Di halaman ini
1. Cari tahu dulu mana yang rusak
Hampir semua orang mulai dengan mengganti baterai. Itu langkah pertama yang salah, karena tidak menjawab apa pun: kalau penerima di TV sudah rusak, baterai baru tidak mengubah apa-apa dan Anda juga tidak jadi tahu apa-apa.
Ada tes dua menit yang membelah masalahnya jadi dua, dan hampir tidak ada yang tahu. Remote inframerah memancarkan cahaya yang tidak terlihat mata — tapi sensor kamera bisa melihatnya.
- Buka aplikasi kamera di ponsel dan pindah ke kamera depan (selfie). Ini penting: kebanyakan kamera belakang punya filter inframerah, sedangkan kamera depan biasanya tidak.
- Arahkan ujung remote tepat ke lensa, sejauh satu jengkal, lalu perhatikan layarnya.
- Tekan tombol apa pun di remote. Kalau Anda melihat kedipan ungu atau putih yang tipis di ujungnya pada layar, remote memang memancarkan sinyal dan masalahnya di sisi TV. Kalau tidak ada apa-apa sama sekali, remote-nya yang bermasalah.
Tes ini hanya berlaku untuk remote inframerah. Kalau remote Anda punya tombol mikrofon, punya pointer, atau dipasangkan ke TV saat pertama kali disetel, itu remote Bluetooth dan tidak memancarkan cahaya sama sekali — di kamera tidak akan terlihat apa pun meski remote-nya sehat. Remote seperti itu dibahas di langkah 4.
2. Baterai — bagian yang sering salah
“Baterainya sudah saya ganti” jauh lebih jarang benar daripada yang dibayangkan. Ada lima hal yang keliru di sini:
- Baterai barunya tidak benar-benar baru. Baterai yang tergeletak di lemari mengosongkan diri selama bertahun-tahun. Coba dulu di perangkat lain, atau pakai sepasang yang baru keluar dari bungkus tersegel.
- Mencampur baterai lama dengan baru. Yang lemah menarik pasangannya ke bawah dan remote jadi berfungsi sekali-sekali — yang persis terlihat seperti remote yang mau mati.
- Kontak berkerak. Cari bubuk putih atau hijau dan pegas abu-abu yang kusam. Gosok tiap kontak dengan karet penghapus atau cotton bud dengan sedikit cuka, keringkan benar-benar, lalu pasang kembali.
- Pegas yang kehilangan tekanan. Kalau baterainya goyang di tempatnya, tekuk pegasnya sedikit ke luar supaya mencengkeram.
- Arah baterai. Kedengarannya jelas, tapi cukup sering jadi penyebab sehingga layak diperiksa sepuluh detik.
Setelah baterai dipasang, keluarkan lagi, tahan tombol apa pun sekitar lima belas detik, lalu pasang kembali. Ini mengosongkan sisa muatan di rangkaian remote dan membebaskan tombol yang nyangkut, kerusakan yang nyata dan ternyata cukup sering terjadi.
3. Jalur sinyal — sensor, sinar matahari, dan soundbar
Kalau tes kamera menunjukkan remote memang memancarkan sinyal, masalahnya ada di antara remote dan penerima di TV:
- Bersihkan jendela gelap di ujung remote dan jendela penerima di TV. Keduanya biasanya panel gelap kecil di bagian bawah muka TV, sering di dekat lampu standby. Lapisan debu atau bekas jari berminyak saja sudah cukup memotong jangkauan.
- Lihat apa yang ada di depan sensornya. Soundbar yang diletakkan tepat di bawah layar adalah penyebab paling umum, jauh di atas yang lain, dan masalahnya muncul persis setelah membelinya. Vas, konsol game, panel hiasan, atau pintu rak yang sangat tebal melakukan hal yang sama.
- Keluar dari sinar matahari langsung. Cahaya matahari dan sebagian lampu hemat energi membanjiri penerima dengan derau inframerah. Kalau remote jalan malam tapi tidak jalan sore, itu jawabannya.
- Lebih dekat dan lebih lurus. Inframerah butuh garis pandang. Sudut yang terlalu miring, atau jarak lebih dari sekitar lima meter, sudah cukup untuk kehilangan sinyal yang lemah.
Coba dari satu meter, lurus ke depan, dengan lampu dimatikan. Kalau di situ jalan tapi dari sofa tidak, tidak ada yang rusak — ada yang menghalangi atau baterainya lemah.
4. Kalau remote-nya pintar, harus dipasangkan ulang
Ini langkah yang menyelesaikan sebagian besar kasus di TV modern, dan langkah yang hampir tidak pernah dicapai orang. Remote dengan mikrofon, pointer, atau tombol suara bukan inframerah: mereka tersambung lewat Bluetooth, dan sambungan itu bisa putus. Begitu putus, remote tampak mati total padahal remote dan TV-nya sama-sama sehat.
Petunjuk bagus: kalau tombol daya masih jalan tapi tidak ada lagi yang berfungsi, hampir pasti yang Anda hadapi adalah pemasangan Bluetooth yang hilang. Banyak remote seperti ini menyimpan perintah daya inframerah sederhana sebagai cadangan, jadi daya tetap hidup sedangkan sisanya tidak.
| Remote | Cara memasangkannya ulang |
|---|---|
| LG Magic Remote | Arahkan ke TV dan tahan roda (tombol OK) sekitar lima detik, sampai pointer muncul. Kalau gagal, tahan Back dan Home bersamaan lima detik untuk melepas pemasangan, lalu ulangi. |
| Samsung Smart Remote (2017 dan setelahnya) | Tahan Return dan Play/Pause bersamaan lebih dari lima detik, dengan remote diarahkan ke TV. |
| Remote suara Roku | Buka tempat baterainya: di dalam ada tombol pemasangan. Tahan lima detik sampai lampu status berkedip. |
| Remote Fire TV | Tahan tombol Home sepuluh detik. |
| Siri Remote Apple TV | Dekatkan remote ke Apple TV dan tekan Back dan Volume Naik bersamaan lima detik. |
| Chromecast with Google TV | Tahan Back dan Home bersamaan sampai lampu di bagian depan berdenyut. |
| Sony, TCL, Hisense, dan perangkat Google TV lain | Kombinasi tombolnya berbeda per model, jadi pakai menunya: Pengaturan, lalu Remote & Aksesori, lalu pasangkan remote. Kalau tidak bisa masuk ke menu, joystick di bawah panel akan membawa Anda ke sana. |
Kalau TV benar-benar tidak bisa diakses tanpa remote, tombol di bodi TV akan membuka menunya. Letaknya menurut merek ada di panduan kami tentang memakai TV tanpa remote sama sekali.
5. Reset remote dan TV-nya
Kalau remote memancarkan sinyal, jalurnya bersih, dan pemasangan sudah diulang, reset kedua sisi:
- Putus listrik TV dengan benar. Cabut dari colokan dinding, tunggu satu menit penuh, lalu tancapkan lagi. Satu menit itu penting — kapasitor di dalam jadi kosong dan board benar-benar ter-reset, hal yang tidak terjadi kalau cuma dimatikan dari sakelar terminal.
- Kosongkan remote-nya. Baterai keluar, tahan tombol apa pun lima belas detik, baterai masuk lagi.
- Lepas semua perangkat HDMI. Perangkat rusak yang menahan jalur HDMI-CEC bisa membuat TV mengabaikan remote-nya sama sekali, dan ini jauh lebih sering terjadi daripada yang terdengar. Sambungkan satu per satu untuk menemukan biangnya.
- Periksa kunci anak. Beberapa TV mematikan remote sepenuhnya dalam mode itu, dan mode itu bisa aktif tanpa sengaja.
Kalau remote memancarkan sinyal, sensornya bersih, pemasangan sudah dilakukan, dan memutus listrik tidak mengubah apa pun, besar kemungkinan penerima di TV sudah rusak. Pada titik itu, jawaban yang realistis adalah ponsel lewat jaringan atau mengganti TV, bukan membeli remote lagi.
6. Membeli pengganti yang benar-benar berfungsi
Kalau yang mati memang remote-nya, pilihannya lebih penting daripada yang terlihat:
- Pengganti dari pabrikannya sendiri. Cari berdasarkan nomor model yang tercetak di belakang TV, bukan nama seri TV-nya. Perilakunya sama persis dengan yang asli, termasuk tombol yang membuka platform smart.
- Remote universal. Andal untuk daya, volume, saluran, dan sumber. Perlu diketahui sebelum membeli: biasanya tidak sampai ke menu smart atau tombol aplikasi, karena itu bukan perintah inframerah standar. Dan kalau remote Anda hanya Bluetooth, mungkin tidak ada yang bisa digantikannya.
- Ponsel di jaringan yang sama. Android TV, Google TV, Samsung kira-kira dari 2016, LG dari 2014, dan setiap Roku menerima perintah lewat Wi-Fi, jadi ponsel bisa mengambil alih secara permanen.
Apa pun pilihannya, catat nomor model TV sekarang. Itu satu-satunya informasi yang membuat setiap perbaikan dan setiap penggantian jadi lebih cepat.